Arsip untukApril, 2008

Memproteksi Flashdisk dari Virus

Kadang ketika saya dari warnet untuk mengupload file, setibanya di rumah flashdisk terdapat tamu tak diundang, klo ga virus sality ya virus alman. Padahal antivirus di warnet sudah pake salah satu antivirus lokal yang suka mengeluarkan updatean, kok ga terdeteksi ya. Akhirnya capek lagi untuk mengcopy file2 program yang saya wajibkan di flashdisk. Pikir2, cuma warnet itu yang dekat rumah saya. Masak cuma upload file mesti jauh2 sih

Akhirnya terpikir untuk membuat flashdisk menjadi read-only. Tapi flashdisk saya murahan jadi ga ada switch buat hal tersebut . Terpikir untuk manipulasi registry, mengingat registry buat protek drive aja ada, masak buat flashdisk ga ada ?!

Loading…

Loading…

Ketemu juga di registry :
“HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies”,
dengan dword valuenya “WriteProtect”

Cukup ubah saja nilai dari “WriteProtect” menjadi 1 maka flashdisk tidak dapat “digerayangi”

Sudah ketemu caranya maka tinggal ubah aja registrnya abis itu ntar dinormlin lagi ya.. Tapi klo regeditnya diprotect, ya kita buat aja programnya, upload programmnya, pas di warnet download kemudian buka tuh program, jadi klo ke warnet buat upload data ga perlu bawa oleh2 lagi. Terutama buat cewek2 yang kerjaannya upload foto di FS mulu :P

Disini saya membuatnya menggunakan Delphi 7, berikut source codenya :

unit Unit1;

interface

uses
Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
Dialogs, registry, StdCtrls;

type
TForm1 = class(TForm)
Label1: TLabel;
Button1: TButton;
Label2: TLabel;
Label3: TLabel;
Button2: TButton;
procedure FormCreate(Sender: TObject);
procedure showCurrentStatus;
procedure Button1Click(Sender: TObject);
procedure Button2Click(Sender: TObject);
private
{ Private declarations }
public
{ Public declarations }
end;

const
regKey = ‘\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies’;
regValue = ‘WriteProtect’;
var
Form1: TForm1;
currentVal: integer;

implementation

{$R *.dfm}

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
try
with TRegistry.Create do
begin
try
RootKey := HKEY_LOCAL_MACHINE;
if OpenKey(regKey, true) then
begin
if currentVal = 0 then
WriteInteger(regValue, 1)
else
WriteInteger(regValue, 0);
end;
finally
free;
end;
end;
except
on E:Exception do
begin
showmessage(‘Error updating registry’);
end;
end;
showCurrentStatus;
end;

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
begin
showCurrentStatus;
end;

procedure TForm1.showCurrentStatus;
begin
try
with TRegistry.Create do
begin
try
RootKey := HKEY_LOCAL_MACHINE;
if OpenKey(regKey, false) then
begin
currentVal := ReadInteger(regValue);
if currentVal = 0 then
label1.caption := ‘Current status: Your USB disk is now WRITEABLE’
else
label1.caption := ‘Current status: Your USB disk is now READ ONLY’;
end
else
begin
label1.caption := ‘There is no current setting for your USB disk.’;
currentVal := 0;
end;
finally
free;
end;
end;
except
on E:Exception do
begin
showmessage(‘Error reading current status from registry’);
label1.caption := ‘There is no current setting for your USB disk.’;
currentVal := 0;
end;
end;
end;

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
WinExec(‘explorer.exe http://anggiawan.web.id’,SW_NORMAL);
end;

end.

Yup source code sederhana untuk manipulasi registry, jika kamu rajin bisa dikembangkan untuk membuat program sejenis tweak xp atau di indonesia lebih ngetop pake tuneup utilities

Untuk file yang sudah jadi silahkan download di http://putih.0fees.net/dl/USBWriteableAdjuster.zip

Dikutip dari jasakom.com dengan beberapa perubahan

The Samurai

Samurai adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata “samurai” berasal dari kata kerja “samorau” asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi “saburau” yang berarti “melayani”, dan akhirnya menjadi “samurai” yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.

Istilah yang lebih tepat adalah bushi (secara harafiah: “orang bersenjata”) yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (secara harafiah: “orang ombak”). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.

Dikutip dari Wikipedia dengan penambahan

Sumber gambar: www.ice.org

Sukseskah UAN?

Melihat realitas yang ada, UAN mungkin hanya bisa di sebut sebagai alat formalitas suatu institusi pendidikan. Jika kita tengok kembali bagaimana UAN di laksanakan pasti anda akan sependapat dengan saya. Sebenarnya deripada memberi target kelulusan, alangkah baiknya kalau kita kembalikan hakikat pendidikan. Yaitu suatu proses dimana seseorang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Bukan seberapa nilai yang di patok, tapi seberapa jauh seseorang itu mengalami peningkatan. Walau demikian, pendidikan yang seperti ini bukanlah pendidikan yang mudah karena di butuhkan keseriusan dan keteletenen pendidik.

Selain itu kita harus merubah pandangan masyarakat yang mengecap “bodoh” pada mereka yang tidak lulus UAN. Dalam hidup ini bukankah kegagalan adalah biasa? Mengapa kita harus mempersoalkan? Alangkah lebih baik kalau kita dukung si anak agar terus maju. Di zaman sekrang ini sebenarnya keterempilanlah yang lebih “menghidupkan” manusia. Maka dari itu mengapa kita terlalu repot-repot dengan hasil UAN, bukankah banyak orang yang sukses walau tidak lulus ujian? Banyak pula orang yang masih menganggur padahal sudah lulus UAN. Persaingan global adalah hal yang sebenarnya harus kita pikirkan karena salah langkah kita akan berakhir dengan tragis. Semangat hidup dan berfikir positif harus selalu kita kembangkan. Kalau kita hanya bisa “misuh” buat apa?

10 Virus Ponsel Baru Gentayangan di 2008

Inggris – Perangkat bergerak (mobile) seperti ponsel makin hari makin terancam virus berbahaya. Menurut kepala pengembangan bisnis di perusahaan pengawas program jahat Adaptive Mobile, Simeon Coney, telah terjadi transisi yang nyata dari ranah online ke ranah mobile.Para pembuat program jahat membuat virus semacam trojan untuk mencari untung besar. Dikutip detikINET dari BBC, Selasa (22/4/2008), perkembangan program jahat di ranah mobile semakin masif.

Simon Heron, Managing Director Biro Keamanan Network Box, mengatakan sejauh ini sudah ada sekitar 10 trojan dan virus ponsel baru di tahun 2008. Program jahat untuk ponsel sendiri saat ini sudah ada sekitar 400 varian dan kebanyakan menyerang sistem operasi Symbian yang memang dominan di pasaran handset.

Memang jumlah itu masih relatif kecil dibanding virus komputer, namun bukan berarti kerugiannya juga kecil. Vendor keamanan F-Secure pernah menemukan kasus di mana sebuah operator dengan 14 juta pelanggan, terdeteksi punya 8000 pelanggan yang handsetnya terkena virus.

Akibatnya, 450.000 MMS pun terkirim percuma gara-gara insiden itu. Masih menurut F-Secure, operator yang punya sedikitnya 9 juta pelanggan, 5 persen dari trafk MMS-nya kemungkinan menghantarkan virus.

Pertumbuhan virus Trojan memang terus meningkat saja, misalnya yang mengekploitasi ponsel untuk mengirimkan SMS terus menerus ke nomor premium. Hal ini tentu amat merugikan karena tagihan pulsa pemilik yang terinfeksi akan melonjak.

Di samping itu, perkembangan pesan sampah atau spam di ponsel juga tak dapat diabaikan. Bahkan di negeri China, separuh pemakai ponsel dinyatakan menerima spam secara rutin setiap harinya.

Dikutip dari detikinet

Orangtua = Sahabat Anak?

diambil dari www.abcadultschool.com

“Adhi! Ayo belajar! Mau jadi apa kamu kalau malas-malasan begini?”

Itu contoh bentuk komunikasi orang tua kepada anak. Biasa? Memang, tapi sangat buruk. Alasan pertama mengapa janagn sampai orang tua beromunikasi dengan cara demikian karena akan membentuk karakter anak menjadi buruk. Bahasa komunikasi yang dominan dengan perintah atau kata-kata keras membuat anak menjadi ketakutan dan sulit berkomunikasi dengan orangtuanya. Komunikasi yang demikian mencitrakan bahwa orang tua adalah sosok yang unfriendly sehingga anak cenderung ingin lepas dari orangtua. Ini sangat berbahaya.

Hakikatnya orang tua adalah sahabat anak, sehingga anak merasa nyaman dan santai berada dekat dengan orangtuanya. Namun kebanyakan orangtua cenderung keras dengan alasan bahwa cara mendidik orangtua mereka dahulu juga begitu. Oii, sekarang jamannya sudah berbeda! jadi cara mendidik yang seperti itu sudah tidak cocok untuk sekarang. Anak lebih tersentuh ketika kita mengajaknya berkomunikasi dengan kasih sayang karena itu memang sifat dasar manusia. Orangtua harus mencitrakan dirinya sebagai sehabat sang anak, yaitu orang yang mengerti tentang si anak tersebut sehingga anak tidak mencoba mencari pergaulan lain di luar sana apalagi hingga terlibat pergaulan bebas. Orangtua patut di salahkan atas hal ini karena tidak mampu membawa anaknya ke arah yang baik.

Curhat merupakan salah satu cara mengakrabkan orangtua dengan anak. Selain bisa mengakrabkan dengan si anak, bukankah orangtua bisa bernostalgia tentang masa mudanya? dan kedekatan dengan suami/istri juga bertambah. Ajak anak bercerita mengenai kegiatan di sekolahnya, tentang pacarnya atau tentang sahabat-sahabatnya, dukung hobinya dan jangan pernah menyalahkan bila anak melakukan kesalahan. Inilah yang jarang di sadari oleh para orang tua. Anak dalam hidupnya sedang mencari jati diri serta sedang belajar. Try and error adalah hal yang biasa dalam suatu pembelajaran. Jangan pernah salahkan anak atas kesalahannya, tapi buatlah anak sadar akan kesalahannya sendiri. Kemudian arahkan anak ke jalan yang baik sesuai aturan agama. Itu penting! Kalau anak udah deket? ya udah, pasti kehidupan rumah tangga kalian kan indah. Success for you all…

Apa Kabar Indonesia?

diambil dari picsaweb

Astaghfirullah…

Itu kata pertama yang keluar dari mulutku ketika mengamati keadaan Indonesiaku. Kita belum merdeka, kita masih terjajah dan itu tidak kita sadari. Ini buka hanya sekedar slogan atau pajangan kata di blog ini, hal demikian sangatlah berbahaya bagi masa depan anak cucu kita. Indonesia sedang butuh kesadaran kita akan Nasionalisme. Inilah topik basi yang di gencar-gencarkan oleh Bung Karno untuk membangkitkan pemuda-pemuda jaman dahulu untuk melawan penjajah. Kalau kita membuka lagi halaman sejarah yang kini telah berdebu, “kemerdekaan” adalah mimpi di tengah siang bolong. Untuk melawan Belanda yang bersenjatakan pistol kita, Indonesia, menggunakan bambu. Sampai akhirnya Belanda mundur oleh Jepang.

Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya apakah bangsa Indonesia yang sekarang ini (yang bobrok ini) merupakan hasil didikan selama penjajahan itu? Namun lucu karena sekarang kita sudah menginjak zaman globalisasi dimana semua informasi, entah baik apa buruk, dapat kita akses. Seperti saat ini anda membuka blog ini, mudah bukan? Lalu, mengapa bangsa Indonesia seolah tidak berubah dari segi kematangan moral? Melihat korupsi merajalela, hanya segelintir saja yang berteriak lantang untuk membasminya. Sebagian lain hanya diam atau bahkan ikut-ikutan. Sekarang bukan saatnya membodohi diri sendiri dengan hal yang demikian.

Televisi, penjajahan Modern

Hebatnya lagi, kini penjajahan semakin modern dan kita tak sadar kalau sedang dijajah. Media yang paling berpengaruh adalah televisi. Sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, namun mungkin seluruh dunia. Samar-samar saya ingat pernyataan seorang direktur sebuah televisi yang berbunyi “Walau saya seorang direktur televisi, namun saya tidak memperbolehkan anak saya melihat acara televisi”. Begitu mengerikannya acara televisi mulai dari sinetron yang membuat remaja sekarang jadi tidak berkualitas hingga berbagai macam acara yang sama sekali tidak mendidik. Beritapun sekarang agaknya lebih membawa kejelekan daripada kebaikan, buktinya dengan berita nasionalisme kita bisa berkurang karena terpengaruh opini orang lain.

Bangsa kita belum siap berbeda pendapat

Satu hal yang harus kita perhatikan dalam berpendapat yaitu hargailah pendapat lawanmu. Inilah sikap gentle yang harus di ambil oleh seseorang dalam berpendapat. Namun di Indonesia, bangsa kita belum siap. Baru satu pendapat aja, penentangnya udah ratusan. Kapan kita maju kalau begini? Kalau memang kita menjunjung asas demokrasi, mengapa berbeda pendapat harus di tentang? Sebenarnya dalam dunia ini tidak ada yang baku. Dunia ini relatif, begitu kata Enstein. Semua orang bebas saja berpendapat sesuka hati, namun kita tahu bahwa kita diikat oleh berbagai aturan norma. Norma Agama, masyarakat, hukum serta adat istiadat. Pendapatyang salah tentu saja pendapat yang menyalahi salah satu atau semua norma di atas, selain itu alangkah baiknya dirundingkan. Kemudian terjadilah mufakat.

Salah siapa?

Tak perlu kita menyalahkan siapa-siapa atas kedaan Indonesia ini karena hal tersebut hanya akan membuang energi kita yang harusnya bisa di gunakan untuk membangun negara kita ini. Banyak yang bisa kita lakukan terutama kita sebagai generasi muda. Lihatlah keadaan ekonomi Indonesia ini yang semakin memprihatinkan. Tak tergerakkah kita untuk membuat mimpi-mimpi indah buat indonesia ini layaknya yang Bung Karno lakukan pada pemuda pada zaman “kegelapan” itu? Dulu mereka hanya bisa mengangkat senjata untuk melawan penjajah, namun kini kita memiliki fasilitas yang cukup dan keadaan yang enak. Bukankah kita bisa melakukan hal yang lebih? Aku sudah memulai dengan post di blogku ini. Now, your turn…

Opera Mini

Opera PreviewPlatforms: BlackBerry, Java (J2ME), Palm, Pocket PC
Type: Freeware
Version : 4.1 Beta
Downloads

Dalam perjalanannya, Opera tidak memandang sebelah mata dunia Gadget. Buktinya kini para pengguna HP pun dapat menggunakan produknya yang diberi nama “Opera Mini” ini. Memang tak persis dengan versi komputernya, Opera Mini cukup bagus untuk dijadikan web browsar di Hp anda. Program yang di balut dengan themes merah khas Opera ini cukup komplet untuk menjelajah dunia maya di mana saja anda berada. Anda dapat terus memantau update berita lewat RSS Feed. Di versi terbarunya ini (walau masih beta) anda dapat menyimpan halaman web yang anda suka sehingga dapat anda buka saat offline. Di versi 4.1 ini opera menambahkan feature “Find” yang memudahkan kita mencari kata, frase, kalimat atau paragraf dalam sebuah page.

Keunggulan lainnya adalah Opera Mini menampilkan halaman yang telah di kompres sehingga dapat menghemat pulsa anda. Walau begitu, hasil yang di tampilkan cukup memuaskan. Hingga kini, dari sekian banyak web browser yang dibuat untuk HP, mungkin Opera Mini adalah rajanya. Memang kita tidak akan puas jika ber-internethanya dengan Opera Mini, tapi bukankah aplikasi ini cukup memudahkan kita jikalau sedang tergesa-gesa. Untuk versi beta ini masih banyak bug, semoga dapat di perbaiki di fersi finalnya. As the result, jika kalian penasaran, mending download ajah. Se ya…

Science Three in Memories

Memories…

So sweet to leave…

But, I’m sorry. I have to leave you to catch my dream…

You’re my friend forever…

***

Awalnya mmang susah ketika aku bertemu dengan mereka. Aku canggung, aku malu, aku hanya sendiri. Beberapa orang saja yang aku kenal. Kelas 2, aku duduk di paling belakang bersama temanku Shopwan. Balum banyak orang yang aku kenal. Hanya wajah-wajah asing yang berada di sekelilingku walau beberapa aku kenal. Time run so fast. Nothing special in 2nd grade. But, this feeling start when we must appart. Di kelas 3 inilah aku baru merasakan persahabatan atau bahkan sebuah keluarga di kelas pojok SMA 11 ini. Agh, waktu benar-benar cepat berjalan karena tiba-tiba saja kami sudah mendekati ujian nasional.

Sabtu kemarin merupakan kejadian yang sangat berkesan bagiku. Di saat itulah kami, semua anak IPA 3, berkumpul bersama di kelas kami. Kami berdoa bersama memohon kelulusan bagi kami semua dengan aku yang memimpin. Ku dengar dari balik suaraku, suara sesenggukan dari teman-teman yang cewek tentu saja. Sebenarnya hatiku miris juga saat itu, aku masuk ke dalam suasana hening dan haru. Aku akhiri doaku yang kadang belepotan itu dengan ucapan hamdalah. Suasana hening sejenak, kemudia aku buka dengan pertanyaan “ada yang ingin di sampaikan?”. Bhe berbicara. Sejujurnya aku kagum dengan temanku yang satu ini. Menurutku dia mempunyai kedewasaan, pengetahuan dan kepemimpinan yang sudah cukup matang. Bhe berkata panjang lebar, namun 1 yang aku ingan “…saat inilah aku merasakan persahabatan itu…”. Teman, begitu juga yang aku rasakan. Tanggal 22 – 24 April besok adalah moment terpenting kita. Walau sebenarnya sebuah dilema, karena kita di suruh memilih antara meningalkan teman atau lulus, namun kita harus siap. Kita tetap harus memilih lulus karena itu, mari kita berjuang bersama. Mari kita berdoa semoga kita semua lulus. Aku juga berdoa semoga semua teman-temanku lulus. Amin.

***

The greatest moment I heve is be with you…

Never forget it, I waiting to see you again…

I promise