Memories…
So sweet to leave…
But, I’m sorry. I have to leave you to catch my dream…
You’re my friend forever…
***
Awalnya mmang susah ketika aku bertemu dengan mereka. Aku canggung, aku malu, aku hanya sendiri. Beberapa orang saja yang aku kenal. Kelas 2, aku duduk di paling belakang bersama temanku Shopwan. Balum banyak orang yang aku kenal. Hanya wajah-wajah asing yang berada di sekelilingku walau beberapa aku kenal. Time run so fast. Nothing special in 2nd grade. But, this feeling start when we must appart. Di kelas 3 inilah aku baru merasakan persahabatan atau bahkan sebuah keluarga di kelas pojok SMA 11 ini. Agh, waktu benar-benar cepat berjalan karena tiba-tiba saja kami sudah mendekati ujian nasional.
Sabtu kemarin merupakan kejadian yang sangat berkesan bagiku. Di saat itulah kami, semua anak IPA 3, berkumpul bersama di kelas kami. Kami berdoa bersama memohon kelulusan bagi kami semua dengan aku yang memimpin. Ku dengar dari balik suaraku, suara sesenggukan dari teman-teman yang cewek tentu saja. Sebenarnya hatiku miris juga saat itu, aku masuk ke dalam suasana hening dan haru. Aku akhiri doaku yang kadang belepotan itu dengan ucapan hamdalah. Suasana hening sejenak, kemudia aku buka dengan pertanyaan “ada yang ingin di sampaikan?”. Bhe berbicara. Sejujurnya aku kagum dengan temanku yang satu ini. Menurutku dia mempunyai kedewasaan, pengetahuan dan kepemimpinan yang sudah cukup matang. Bhe berkata panjang lebar, namun 1 yang aku ingan “…saat inilah aku merasakan persahabatan itu…”. Teman, begitu juga yang aku rasakan. Tanggal 22 – 24 April besok adalah moment terpenting kita. Walau sebenarnya sebuah dilema, karena kita di suruh memilih antara meningalkan teman atau lulus, namun kita harus siap. Kita tetap harus memilih lulus karena itu, mari kita berjuang bersama. Mari kita berdoa semoga kita semua lulus. Aku juga berdoa semoga semua teman-temanku lulus. Amin.
***
The greatest moment I heve is be with you…
Never forget it, I waiting to see you again…
I promise










