Arsip untukApril 25, 2008

Orangtua = Sahabat Anak?

diambil dari www.abcadultschool.com

“Adhi! Ayo belajar! Mau jadi apa kamu kalau malas-malasan begini?”

Itu contoh bentuk komunikasi orang tua kepada anak. Biasa? Memang, tapi sangat buruk. Alasan pertama mengapa janagn sampai orang tua beromunikasi dengan cara demikian karena akan membentuk karakter anak menjadi buruk. Bahasa komunikasi yang dominan dengan perintah atau kata-kata keras membuat anak menjadi ketakutan dan sulit berkomunikasi dengan orangtuanya. Komunikasi yang demikian mencitrakan bahwa orang tua adalah sosok yang unfriendly sehingga anak cenderung ingin lepas dari orangtua. Ini sangat berbahaya.

Hakikatnya orang tua adalah sahabat anak, sehingga anak merasa nyaman dan santai berada dekat dengan orangtuanya. Namun kebanyakan orangtua cenderung keras dengan alasan bahwa cara mendidik orangtua mereka dahulu juga begitu. Oii, sekarang jamannya sudah berbeda! jadi cara mendidik yang seperti itu sudah tidak cocok untuk sekarang. Anak lebih tersentuh ketika kita mengajaknya berkomunikasi dengan kasih sayang karena itu memang sifat dasar manusia. Orangtua harus mencitrakan dirinya sebagai sehabat sang anak, yaitu orang yang mengerti tentang si anak tersebut sehingga anak tidak mencoba mencari pergaulan lain di luar sana apalagi hingga terlibat pergaulan bebas. Orangtua patut di salahkan atas hal ini karena tidak mampu membawa anaknya ke arah yang baik.

Curhat merupakan salah satu cara mengakrabkan orangtua dengan anak. Selain bisa mengakrabkan dengan si anak, bukankah orangtua bisa bernostalgia tentang masa mudanya? dan kedekatan dengan suami/istri juga bertambah. Ajak anak bercerita mengenai kegiatan di sekolahnya, tentang pacarnya atau tentang sahabat-sahabatnya, dukung hobinya dan jangan pernah menyalahkan bila anak melakukan kesalahan. Inilah yang jarang di sadari oleh para orang tua. Anak dalam hidupnya sedang mencari jati diri serta sedang belajar. Try and error adalah hal yang biasa dalam suatu pembelajaran. Jangan pernah salahkan anak atas kesalahannya, tapi buatlah anak sadar akan kesalahannya sendiri. Kemudian arahkan anak ke jalan yang baik sesuai aturan agama. Itu penting! Kalau anak udah deket? ya udah, pasti kehidupan rumah tangga kalian kan indah. Success for you all…

Apa Kabar Indonesia?

diambil dari picsaweb

Astaghfirullah…

Itu kata pertama yang keluar dari mulutku ketika mengamati keadaan Indonesiaku. Kita belum merdeka, kita masih terjajah dan itu tidak kita sadari. Ini buka hanya sekedar slogan atau pajangan kata di blog ini, hal demikian sangatlah berbahaya bagi masa depan anak cucu kita. Indonesia sedang butuh kesadaran kita akan Nasionalisme. Inilah topik basi yang di gencar-gencarkan oleh Bung Karno untuk membangkitkan pemuda-pemuda jaman dahulu untuk melawan penjajah. Kalau kita membuka lagi halaman sejarah yang kini telah berdebu, “kemerdekaan” adalah mimpi di tengah siang bolong. Untuk melawan Belanda yang bersenjatakan pistol kita, Indonesia, menggunakan bambu. Sampai akhirnya Belanda mundur oleh Jepang.

Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya apakah bangsa Indonesia yang sekarang ini (yang bobrok ini) merupakan hasil didikan selama penjajahan itu? Namun lucu karena sekarang kita sudah menginjak zaman globalisasi dimana semua informasi, entah baik apa buruk, dapat kita akses. Seperti saat ini anda membuka blog ini, mudah bukan? Lalu, mengapa bangsa Indonesia seolah tidak berubah dari segi kematangan moral? Melihat korupsi merajalela, hanya segelintir saja yang berteriak lantang untuk membasminya. Sebagian lain hanya diam atau bahkan ikut-ikutan. Sekarang bukan saatnya membodohi diri sendiri dengan hal yang demikian.

Televisi, penjajahan Modern

Hebatnya lagi, kini penjajahan semakin modern dan kita tak sadar kalau sedang dijajah. Media yang paling berpengaruh adalah televisi. Sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, namun mungkin seluruh dunia. Samar-samar saya ingat pernyataan seorang direktur sebuah televisi yang berbunyi “Walau saya seorang direktur televisi, namun saya tidak memperbolehkan anak saya melihat acara televisi”. Begitu mengerikannya acara televisi mulai dari sinetron yang membuat remaja sekarang jadi tidak berkualitas hingga berbagai macam acara yang sama sekali tidak mendidik. Beritapun sekarang agaknya lebih membawa kejelekan daripada kebaikan, buktinya dengan berita nasionalisme kita bisa berkurang karena terpengaruh opini orang lain.

Bangsa kita belum siap berbeda pendapat

Satu hal yang harus kita perhatikan dalam berpendapat yaitu hargailah pendapat lawanmu. Inilah sikap gentle yang harus di ambil oleh seseorang dalam berpendapat. Namun di Indonesia, bangsa kita belum siap. Baru satu pendapat aja, penentangnya udah ratusan. Kapan kita maju kalau begini? Kalau memang kita menjunjung asas demokrasi, mengapa berbeda pendapat harus di tentang? Sebenarnya dalam dunia ini tidak ada yang baku. Dunia ini relatif, begitu kata Enstein. Semua orang bebas saja berpendapat sesuka hati, namun kita tahu bahwa kita diikat oleh berbagai aturan norma. Norma Agama, masyarakat, hukum serta adat istiadat. Pendapatyang salah tentu saja pendapat yang menyalahi salah satu atau semua norma di atas, selain itu alangkah baiknya dirundingkan. Kemudian terjadilah mufakat.

Salah siapa?

Tak perlu kita menyalahkan siapa-siapa atas kedaan Indonesia ini karena hal tersebut hanya akan membuang energi kita yang harusnya bisa di gunakan untuk membangun negara kita ini. Banyak yang bisa kita lakukan terutama kita sebagai generasi muda. Lihatlah keadaan ekonomi Indonesia ini yang semakin memprihatinkan. Tak tergerakkah kita untuk membuat mimpi-mimpi indah buat indonesia ini layaknya yang Bung Karno lakukan pada pemuda pada zaman “kegelapan” itu? Dulu mereka hanya bisa mengangkat senjata untuk melawan penjajah, namun kini kita memiliki fasilitas yang cukup dan keadaan yang enak. Bukankah kita bisa melakukan hal yang lebih? Aku sudah memulai dengan post di blogku ini. Now, your turn…

Opera Mini

Opera PreviewPlatforms: BlackBerry, Java (J2ME), Palm, Pocket PC
Type: Freeware
Version : 4.1 Beta
Downloads

Dalam perjalanannya, Opera tidak memandang sebelah mata dunia Gadget. Buktinya kini para pengguna HP pun dapat menggunakan produknya yang diberi nama “Opera Mini” ini. Memang tak persis dengan versi komputernya, Opera Mini cukup bagus untuk dijadikan web browsar di Hp anda. Program yang di balut dengan themes merah khas Opera ini cukup komplet untuk menjelajah dunia maya di mana saja anda berada. Anda dapat terus memantau update berita lewat RSS Feed. Di versi terbarunya ini (walau masih beta) anda dapat menyimpan halaman web yang anda suka sehingga dapat anda buka saat offline. Di versi 4.1 ini opera menambahkan feature “Find” yang memudahkan kita mencari kata, frase, kalimat atau paragraf dalam sebuah page.

Keunggulan lainnya adalah Opera Mini menampilkan halaman yang telah di kompres sehingga dapat menghemat pulsa anda. Walau begitu, hasil yang di tampilkan cukup memuaskan. Hingga kini, dari sekian banyak web browser yang dibuat untuk HP, mungkin Opera Mini adalah rajanya. Memang kita tidak akan puas jika ber-internethanya dengan Opera Mini, tapi bukankah aplikasi ini cukup memudahkan kita jikalau sedang tergesa-gesa. Untuk versi beta ini masih banyak bug, semoga dapat di perbaiki di fersi finalnya. As the result, jika kalian penasaran, mending download ajah. Se ya…