Arsip untukApril 26, 2008

Memproteksi Flashdisk dari Virus

Kadang ketika saya dari warnet untuk mengupload file, setibanya di rumah flashdisk terdapat tamu tak diundang, klo ga virus sality ya virus alman. Padahal antivirus di warnet sudah pake salah satu antivirus lokal yang suka mengeluarkan updatean, kok ga terdeteksi ya. Akhirnya capek lagi untuk mengcopy file2 program yang saya wajibkan di flashdisk. Pikir2, cuma warnet itu yang dekat rumah saya. Masak cuma upload file mesti jauh2 sih

Akhirnya terpikir untuk membuat flashdisk menjadi read-only. Tapi flashdisk saya murahan jadi ga ada switch buat hal tersebut . Terpikir untuk manipulasi registry, mengingat registry buat protek drive aja ada, masak buat flashdisk ga ada ?!

Loading…

Loading…

Ketemu juga di registry :
“HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies”,
dengan dword valuenya “WriteProtect”

Cukup ubah saja nilai dari “WriteProtect” menjadi 1 maka flashdisk tidak dapat “digerayangi”

Sudah ketemu caranya maka tinggal ubah aja registrnya abis itu ntar dinormlin lagi ya.. Tapi klo regeditnya diprotect, ya kita buat aja programnya, upload programmnya, pas di warnet download kemudian buka tuh program, jadi klo ke warnet buat upload data ga perlu bawa oleh2 lagi. Terutama buat cewek2 yang kerjaannya upload foto di FS mulu :P

Disini saya membuatnya menggunakan Delphi 7, berikut source codenya :

unit Unit1;

interface

uses
Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
Dialogs, registry, StdCtrls;

type
TForm1 = class(TForm)
Label1: TLabel;
Button1: TButton;
Label2: TLabel;
Label3: TLabel;
Button2: TButton;
procedure FormCreate(Sender: TObject);
procedure showCurrentStatus;
procedure Button1Click(Sender: TObject);
procedure Button2Click(Sender: TObject);
private
{ Private declarations }
public
{ Public declarations }
end;

const
regKey = ‘\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\StorageDevicePolicies’;
regValue = ‘WriteProtect’;
var
Form1: TForm1;
currentVal: integer;

implementation

{$R *.dfm}

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
try
with TRegistry.Create do
begin
try
RootKey := HKEY_LOCAL_MACHINE;
if OpenKey(regKey, true) then
begin
if currentVal = 0 then
WriteInteger(regValue, 1)
else
WriteInteger(regValue, 0);
end;
finally
free;
end;
end;
except
on E:Exception do
begin
showmessage(‘Error updating registry’);
end;
end;
showCurrentStatus;
end;

procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
begin
showCurrentStatus;
end;

procedure TForm1.showCurrentStatus;
begin
try
with TRegistry.Create do
begin
try
RootKey := HKEY_LOCAL_MACHINE;
if OpenKey(regKey, false) then
begin
currentVal := ReadInteger(regValue);
if currentVal = 0 then
label1.caption := ‘Current status: Your USB disk is now WRITEABLE’
else
label1.caption := ‘Current status: Your USB disk is now READ ONLY’;
end
else
begin
label1.caption := ‘There is no current setting for your USB disk.’;
currentVal := 0;
end;
finally
free;
end;
end;
except
on E:Exception do
begin
showmessage(‘Error reading current status from registry’);
label1.caption := ‘There is no current setting for your USB disk.’;
currentVal := 0;
end;
end;
end;

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
WinExec(‘explorer.exe http://anggiawan.web.id’,SW_NORMAL);
end;

end.

Yup source code sederhana untuk manipulasi registry, jika kamu rajin bisa dikembangkan untuk membuat program sejenis tweak xp atau di indonesia lebih ngetop pake tuneup utilities

Untuk file yang sudah jadi silahkan download di http://putih.0fees.net/dl/USBWriteableAdjuster.zip

Dikutip dari jasakom.com dengan beberapa perubahan

The Samurai

Samurai adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata “samurai” berasal dari kata kerja “samorau” asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi “saburau” yang berarti “melayani”, dan akhirnya menjadi “samurai” yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.

Istilah yang lebih tepat adalah bushi (secara harafiah: “orang bersenjata”) yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (secara harafiah: “orang ombak”). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.

Dikutip dari Wikipedia dengan penambahan

Sumber gambar: www.ice.org

Sukseskah UAN?

Melihat realitas yang ada, UAN mungkin hanya bisa di sebut sebagai alat formalitas suatu institusi pendidikan. Jika kita tengok kembali bagaimana UAN di laksanakan pasti anda akan sependapat dengan saya. Sebenarnya deripada memberi target kelulusan, alangkah baiknya kalau kita kembalikan hakikat pendidikan. Yaitu suatu proses dimana seseorang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Bukan seberapa nilai yang di patok, tapi seberapa jauh seseorang itu mengalami peningkatan. Walau demikian, pendidikan yang seperti ini bukanlah pendidikan yang mudah karena di butuhkan keseriusan dan keteletenen pendidik.

Selain itu kita harus merubah pandangan masyarakat yang mengecap “bodoh” pada mereka yang tidak lulus UAN. Dalam hidup ini bukankah kegagalan adalah biasa? Mengapa kita harus mempersoalkan? Alangkah lebih baik kalau kita dukung si anak agar terus maju. Di zaman sekrang ini sebenarnya keterempilanlah yang lebih “menghidupkan” manusia. Maka dari itu mengapa kita terlalu repot-repot dengan hasil UAN, bukankah banyak orang yang sukses walau tidak lulus ujian? Banyak pula orang yang masih menganggur padahal sudah lulus UAN. Persaingan global adalah hal yang sebenarnya harus kita pikirkan karena salah langkah kita akan berakhir dengan tragis. Semangat hidup dan berfikir positif harus selalu kita kembangkan. Kalau kita hanya bisa “misuh” buat apa?

10 Virus Ponsel Baru Gentayangan di 2008

Inggris – Perangkat bergerak (mobile) seperti ponsel makin hari makin terancam virus berbahaya. Menurut kepala pengembangan bisnis di perusahaan pengawas program jahat Adaptive Mobile, Simeon Coney, telah terjadi transisi yang nyata dari ranah online ke ranah mobile.Para pembuat program jahat membuat virus semacam trojan untuk mencari untung besar. Dikutip detikINET dari BBC, Selasa (22/4/2008), perkembangan program jahat di ranah mobile semakin masif.

Simon Heron, Managing Director Biro Keamanan Network Box, mengatakan sejauh ini sudah ada sekitar 10 trojan dan virus ponsel baru di tahun 2008. Program jahat untuk ponsel sendiri saat ini sudah ada sekitar 400 varian dan kebanyakan menyerang sistem operasi Symbian yang memang dominan di pasaran handset.

Memang jumlah itu masih relatif kecil dibanding virus komputer, namun bukan berarti kerugiannya juga kecil. Vendor keamanan F-Secure pernah menemukan kasus di mana sebuah operator dengan 14 juta pelanggan, terdeteksi punya 8000 pelanggan yang handsetnya terkena virus.

Akibatnya, 450.000 MMS pun terkirim percuma gara-gara insiden itu. Masih menurut F-Secure, operator yang punya sedikitnya 9 juta pelanggan, 5 persen dari trafk MMS-nya kemungkinan menghantarkan virus.

Pertumbuhan virus Trojan memang terus meningkat saja, misalnya yang mengekploitasi ponsel untuk mengirimkan SMS terus menerus ke nomor premium. Hal ini tentu amat merugikan karena tagihan pulsa pemilik yang terinfeksi akan melonjak.

Di samping itu, perkembangan pesan sampah atau spam di ponsel juga tak dapat diabaikan. Bahkan di negeri China, separuh pemakai ponsel dinyatakan menerima spam secara rutin setiap harinya.

Dikutip dari detikinet