Sepak terjangku di dunia blog emang lom lama coz emang lom ada waktu buat ngeblog teratur. Selain ntu,lok mau ngeblog kodu ke warnet kan jadi males. Mana warnet yang cepet tu jaoh dari rumah. Mau hotspotan jugak males, wifi di UII t lambetra kayak keong aja. Huh, gak asik banget dah. Di jogja emang dikit sih hotspotan gratis yg nyaman en lancar. Nasib. Mungkin harus ngerayu ibu buat pasang internet di rumah neh. Hahaha.
… continue reading this entry.
Arsip untukAdhi's Daily
WordPress vs Blogspot
Sumpah lemot banget!!!
Hari ne q nyobain ngenaet oke telkomnet instan. Sumpah lemot banget…
Awalnya males juga mw oke telkomnet instan, tapi ada promo ngenet cuman Rp 1000 /jam pas weekend, j jd tertarik
. Gara-gara om q tuh yang bilang lo ngenet pas weekend murah. Lumayan seeh bisa update anti virus, tapi pegen juja pke Speedy. Apa M2 ya??
Binunt..
Ada saran??
Kasih Ibu
Pagi ini aku dapat SMS yang bagus banget isinya. Tapi sayang ada yang gak jelas maksudnya coz di akhir SMS itu ada tulisan “Jika kamu sayang ibumu, forward SMS ini ke teman-temanmu”. Hatah hatah. Terus lanjutnya “Jika kirim ke 1 orang: kamu gak sayang Ibumu. Jika 2-4 orang: kamu sayang ibumu. Kalau lebih dari 10 orang: waaah…kamu akan di sayangi ibumu dan semua orang”. Tapi never mind, yang penting isi SMS-nya. … continue reading this entry.
Awal yang Buruk di Kamis Siang
Kamis, 4 Sept 2008
Humph, sial broi… gak nyangka bakal kejadian kaya gini. Hari ini aku terlambat masuk kelas Algoritmanya pak Taufik. Hebatnya yang telat bukan cuman aku, tapi hampir semuanya. Mirip kebetulan yang aneh, tapi lebih tepatnya kebodohan berjama’ah karena tak ada satupun yang memastikan apakah dosen sudah masuk apa belum. Pukul 12.30 harusnya kuliah di mulai, tapi molor sampai 12.50 gara-gara kebodohan kami itu. Untung dosennya asik dan gak bikin masalah ini berlarut-larut. “Yah, buat apa juga di bikin masalah besar”, kata pak Taufik,” toh kalian sudah dewasa”. Sumprit, aku kagum dengan dosenku yang memiliki prinsip … continue reading this entry.
Misteri Bu Harto
Akhir-akhir ini temen dekatku sering bercerita tentang tetangganya yang bernama Bu Harto. Entah apa yang istimewa dari dia hingga katanya banyak orang yang suka pada dia. Kutegaskan kalau bu Harto ini bukanlah seorang perawan tua atau seleb, dia hanya tante-tante. Aku sendiri belum pernah melihat sosok aslinya, hanya pernah di perlihatkan rumahnya yang di bagian depannya memiliki toko klontong dimana temenku itu … continue reading this entry.
Road to Ketep: Basah-basahan
- siluet broo…
- wallpapper jua neh…
- umh…bagus wat wallpapper neh
- Perjalanan
- Item manis…upz…
- nongkrong
- Busyet, aku manjat
- sok cool
- pendekar kung-fu
Emang sich tujuan kita ke ketep, tapi sampai di sana gak ada yang asik. Cuma menikmati pemandangan gitu doang gak ada yang menarik kali. Kalo cuman gitu sendirian mah bisa, tapi Jujul langsung kasih ide wat mampir ke satu tempal lagi. Air terjun. Whoaaaa…sound interesting. Bener aja, sampai sana kita di suguhi pemandangan yang mek nyus. Mau sampai ke air terjunnya kita harus basah-basahan coz nyebrang kali. Asik-asik. Naik turun batu yang gede-gede disana. Ada juga yang licin. Agak takut sich lo kepleset, tapi nekad ajah.
Emang apa aja bisa kejadian lo bareng-bareng gitu. Dompetnya Galang jatoh choy. Aku yang ngeliat jatohnya pas mau naek batu. Cemplung en gone. Aku panggil-panggil si Galang, awalnya aku kirain gespernya dia yang jatoh. Bingung bareng-bareng dah kita, soale arus arirnya lumayan kenceng. Aku yang mau naek batu turun lagi en hampir kepeset. Aku cari-cari gak ketemu. Galang juga. Aku perluas dairah pencarian, tapi Galang langsung bilang lo dah ketemu (hore…). Fuih, hampir aja ilang.
Kita jalan lagi sampai akhirnya terlihat juga air terjunnya. Wuih, keren banget. Ada pelangi-pelanginya segala lagi. Sebenarnya aku nyesel juga gak bawa baju ganti (lha ndak di kasih tau Jujul e) tapi aku nekatin, sekarang aku harus basah-basahan. Maen air sesuka hati. Aku kan gak tau kapan mau kesini lagi bareng temen-temen. Mandi di bawah air terjun dah. Tapi ntar di kira blog mesum, gak usah aku posting ya photonya. Nih gantinya aku posting pemandangan di sana.
Ugah seneng-seneng , kita pulang deh. Tapi kali ini agak serem coz Sandy nek motor gak pake aturan. Di jalan turun dia malah negbut pe kecepatan 100km/jam lebih. Apa lagi lo pas tikungan kaya mau nabrak. Dodol emang tu anak. Untunglah sampe di warung tahu kupat kita aman-aman aja. Fuih. Agak lega sih, tapi firasatku masih gak enak. Tapi coz ada makanan di depan mata, udah nggak mikir yang lain dah.
Selesai makan kita lanjutin perjalanan. Sebenernya dari pulang tadi gak nyaman sich coz celana pe daemannya basah. Adem beneeerrr…haah… .Sandy jalan agak santai di belakan truk. Kalo menurutku sich jarak kita ma teruknya tu terlali deket, tapi sulit lo mau bilang ke Sandy. Bener aja, waktu mau nyalip tu kendaraan malah ngerem. Otomatis Sandy ilang control en…gubrak…kita jatoh dan aku tindih si Sandi (rasain loe…). Tapi kok tanganku yang keseloe ya??? Sandy malah Cuma luka kecil??? Huh. Tapi awalnya ku kira sendi tanganku geser lho…coz sikutku kok jadi agak aneh gitu. Hehehehe. Akhirnya aku pijit lenagnku hari itu juga. Sekarang dah sembuh dah. Lumayan lah, kenang-kenangan dari jalan-jalanku. Ada yang mau???
Road to Ketep
Maap-maap, emang rada telat sih postingnya. Heheheh (:P). Aku pengen cerita nih perjalanan tanggal 23 Juli kemaren Ke Ketep (^^). Sebenernya ini acara anak ex-XII IPA 3 sich, tapi karena dikit banget yang ikut ya jadi kaya acara biasa. Pengen banget sih waktu itu bisa kumpul semua, pada kangen-kangenan (hasyah…) coz lama juga sich gak ketemu. Gimana gak kangen ya, lha wong waktu SMA kita bareng-bareng di kelas IPA 3 selama 2 taon (hikz…hikz…). Like usualy lo kita buat acara, sebelum hari-H sang komandan selalu kasih woro-woro (empat jempol wat Jujul…). Dengan kesepakatan kumpol di masjid sekolah jam 8 pagi. Tapi kenyataan kumpul semua jam 9 ding. Hehehehe. Setelah persiapan komplet (kamera en jajan ^^) kita berangkat dah.
Sukseskah UAN?
Melihat realitas yang ada, UAN mungkin hanya bisa di sebut sebagai alat formalitas suatu institusi pendidikan. Jika kita tengok kembali bagaimana UAN di laksanakan pasti anda akan sependapat dengan saya. Sebenarnya deripada memberi target kelulusan, alangkah baiknya kalau kita kembalikan hakikat pendidikan. Yaitu suatu proses dimana seseorang yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Bukan seberapa nilai yang di patok, tapi seberapa jauh seseorang itu mengalami peningkatan. Walau demikian, pendidikan yang seperti ini bukanlah pendidikan yang mudah karena di butuhkan keseriusan dan keteletenen pendidik.
Selain itu kita harus merubah pandangan masyarakat yang mengecap “bodoh” pada mereka yang tidak lulus UAN. Dalam hidup ini bukankah kegagalan adalah biasa? Mengapa kita harus mempersoalkan? Alangkah lebih baik kalau kita dukung si anak agar terus maju. Di zaman sekrang ini sebenarnya keterempilanlah yang lebih “menghidupkan” manusia. Maka dari itu mengapa kita terlalu repot-repot dengan hasil UAN, bukankah banyak orang yang sukses walau tidak lulus ujian? Banyak pula orang yang masih menganggur padahal sudah lulus UAN. Persaingan global adalah hal yang sebenarnya harus kita pikirkan karena salah langkah kita akan berakhir dengan tragis. Semangat hidup dan berfikir positif harus selalu kita kembangkan. Kalau kita hanya bisa “misuh” buat apa?
Science Three in Memories
Memories…
So sweet to leave…
But, I’m sorry. I have to leave you to catch my dream…
You’re my friend forever…
***
Awalnya mmang susah ketika aku bertemu dengan mereka. Aku canggung, aku malu, aku hanya sendiri. Beberapa orang saja yang aku kenal. Kelas 2, aku duduk di paling belakang bersama temanku Shopwan. Balum banyak orang yang aku kenal. Hanya wajah-wajah asing yang berada di sekelilingku walau beberapa aku kenal. Time run so fast. Nothing special in 2nd grade. But, this feeling start when we must appart. Di kelas 3 inilah aku baru merasakan persahabatan atau bahkan sebuah keluarga di kelas pojok SMA 11 ini. Agh, waktu benar-benar cepat berjalan karena tiba-tiba saja kami sudah mendekati ujian nasional.
Sabtu kemarin merupakan kejadian yang sangat berkesan bagiku. Di saat itulah kami, semua anak IPA 3, berkumpul bersama di kelas kami. Kami berdoa bersama memohon kelulusan bagi kami semua dengan aku yang memimpin. Ku dengar dari balik suaraku, suara sesenggukan dari teman-teman yang cewek tentu saja. Sebenarnya hatiku miris juga saat itu, aku masuk ke dalam suasana hening dan haru. Aku akhiri doaku yang kadang belepotan itu dengan ucapan hamdalah. Suasana hening sejenak, kemudia aku buka dengan pertanyaan “ada yang ingin di sampaikan?”. Bhe berbicara. Sejujurnya aku kagum dengan temanku yang satu ini. Menurutku dia mempunyai kedewasaan, pengetahuan dan kepemimpinan yang sudah cukup matang. Bhe berkata panjang lebar, namun 1 yang aku ingan “…saat inilah aku merasakan persahabatan itu…”. Teman, begitu juga yang aku rasakan. Tanggal 22 – 24 April besok adalah moment terpenting kita. Walau sebenarnya sebuah dilema, karena kita di suruh memilih antara meningalkan teman atau lulus, namun kita harus siap. Kita tetap harus memilih lulus karena itu, mari kita berjuang bersama. Mari kita berdoa semoga kita semua lulus. Aku juga berdoa semoga semua teman-temanku lulus. Amin.
***
The greatest moment I heve is be with you…
Never forget it, I waiting to see you again…
I promise
It’s About Problems
Hoaaa…
Sibuk…sibuk…sibuk…Harus banyak belajar nih en latihan soal nih. Aku masih bingung, selama ini di kelas otakku ngilang kemana aja. Selama beberapa hari ini aku letihan ngerjain soal, kok gak ada yang nyantel blas gitu. Matematika kayaknya sulit banget gitu. Tapi aku terus berdoa berharap supaya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan en bisa kuliah lah. Mau gimana lagi, kalo kerja masih perlu nambah jam terbang lagi. Sekarang tu kalo mau kerja persyaratan min. yang paling sering ada tu kalo nggak D3 ya S1, yang SMA tu jarang banget. Kembali ke belajar nih, kok rasanya sulit banget ya? Padahal aku udah siap di depan buku pelajaran. Apalagi kalau udah liat soal-soal Fisika yang, masyallah, bikin tobat deh. Masalahnya bukan aku gak ngerti Fisika, tapi udah lupa semua. Tu pelajaran banyak banget rumus en teorinya. Aku udah pernah buat ringkasan en semacamnya, tetep aja blong kaya mobil gak punya rem, jadi nyelonong aja tanpa permisi alias “masuk telinga kanan keluar telinga kiri”. Sing sabar yo le…
Sepertinya orang makin dewasa, masalah juga makin rumit en banyak ya. Pantesan aja di agama kita di sunnahkan buat nikah bukan kawin, karena setelah nikah kita bakalan punya istri ,karena aku cowok, buat curhat. Masalah kalo di hadapi sendiri kadang emang susah banget. Kadang solusi yang gampang jadi gak kepikiran karena begitu pusingnya. Ikhtiar, senyum, sabar en tawakal (ISST). Kalao udah pusingnya ampe ubun-ubun, kita gak bakalan deh bisa menyelesaikan masalah dengan bener lan pener (-red: benar dan tepat) karena kita bakalan pakai emosri (-red: emosi) karena begitu stresnya. Klo udah gitu berabe deh. Bakar rumah orang, bunuh diri, bunuh tetangga or memperkosa sapi (lho? itu mah nafsu besar yang menggebu-gebu). Semoga kita diberi kemudahan menghadapi berbagai persoalan. Amin…
Itu buat yang udah dewasa, tapi saat remaja juga kita gak bisa lepas dari masalah juga. Tapi jangan bilang masalah para remaja itu sepele choy. Masalah yang paling sering muncul tu berkaitan dengan: teman, ortu, pacar kalo punya en krisis kepribadian (opo kuwi?). Tanpa sadar sebenarnya kita saat remaja sangat mempengaruhi pas kita jadi dewasa. Kalo pas remaja kita punya masalah, kita bakalan cepat memperoleh kedewasaan. Kedewasaan yang dimaksud bukan berdasarkan umur seseorang. Kedewasaan adalah kondisi saat seseorang bisa menyelesaikan masalah dengan bener lan pener. So, kalo dilihat sekarang banyak orang umur diatas 30 tahun tapi masih belum dewasa juga. Aduh malah ngelantur. Aku saran aja bagi teman-teman yang masih remaja, never give up en terup berpikir positif (baca postku sebelumnya).Kelihatannya kita hidup kok banyak masalah ya? Kalo ustadz bilang sih itu supaya Allah tahu mana saja hambanya yang pantas masuk surga. So, don’t worry…
SEMANGAT!!!



















