Arsip untukAdhi's Mind

Bypass Lambung

Banyak cara orang menghilangkan masalah kegamukan atau lebih sering di sebut obesitas. Kebanyakan adalah dari kalangan remaja perempuan dimana mereka meiliki kecenderungan ingin tampil cantik, sexy dan membuat lawan jenisnya terkagum-kagum. Banyak alternatif yang di tawarkan untuk mengurangi obesitas, dari cara yang simple seperti olahraga dan cara yang ekstrim. Setelah lama kita dengar sedot lemak, sekaranga ada alternatif yang di sebut Bypass Lambung

Bypass Lambung adalah prosedur operasi. Ada 2 cara dalam Bypass Lambung, pertama yaitu dengan memberi cincin pada pintu masuk lambung sehingga dapat mengurangi jumlah makanan yang masuk ke dalam lambung. Cincin ini terdiri dari silicon yang dapat menyaring makanan. kemudian cara yang kedua adalah dengan mehecilkan ukuran lambung yang berpengaruh pada berkurangnya kapasitas lambung. Cara yang kedua ini sangat ekstrim dan tingkat keberhasilan yang rendah daripada operasi-operasi lain yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Keuntungan dari cara yang kedua adalah berkurangnya kapasitas lambung yang menyebabkan pasien cepat kenyang karena kapasitas lambung memang di disain agar hanya dapat menampung 6 anggur (dikit banget ya..). Selain itu, karena sistem katup lambung yang jadi “kurang beres” jadi makanan hanya sebentar saja di cerna di lambung sehingga membuat kolesterol belum sempat di serap.

Walaupun sudah dibikin seperti itu, pasca-operasi pasien tetap memiliki banyak pantangan. Selama 2 minggu pasien hanya diperbolehkan makan semacam jeli dan bubur ayam. Selain itu perlu adanya perubahan sikap oleh pasien karena mereka harus merubah kebiasaan makan mereka. Ukuran lambug yang di perkecil tidak mungkin menampung 1 bakul nasi lagi. Disamping itu, pasien Bypass Lambung akan sering kentut akibat pencernaan yang tidak sebagaimana mestinya.

Walaupun termasuk alternatif yang menjajikan, sebenarnya inti dari Bypass Lambung adalah mengendalikan pola makan kita yang liar menjadi standar. Sebenarnya gak perlu repot-repot operasi Bypass Lambung segala, karena sekitar 14 abad yang lalu Nabi Muhammad Saw. sudah memberikan panduan cara makan yang sehat. Seperti dalam hadistnya cara makan kita seharusnya adalah mebagi perut kita menjadi 3 bagian. Bagian pertama untuk makanan, bagian kedua untuk minuman dan yang ketiga untuk udara. Semuanya harus seimbang agar tidak kekeyangan maupun kelaparan. Selain itu Rasulullah juga mengajarkan dalam hadisnya agar makan ketika kita lapar dan merbentinya jika akan kenyang. Kesimpulannya adalah jika ingin berat badan yang ideal, maka kurangi porsi makan hingga kita tidak merasa kekenyangan serta kita harus mengurangi ngemil. Selain itu, yang terpenting adalah kita berdoa agar di hindarkan dari nafsu yang menyesatkan.

Marhaban ya Ramadhan..

Selamat Berpuasa

Selamat Berpuasa

Wuih, senengnya ketemu bulan Ramadhan lagi. Walau sebenernya banyak yang ngganjel sih di bulan ramadhan ini, tapi itu gak boleh menghalangi aku beribadah di bulan dimana pahala di obral besar-besaran. Jujur aja, aku tu belum bisa memanfaatkan bulan ini dengan bener. Tiap hari kerjaannya nonton tipi kalo enggak maen game. Udah hampir seminggu Ramadhan ini, tapi belum sekalipun aku pegang Al-Qur’an. Salahku juga sih ngikutin hawa nafsu. … continue reading this entry.

Apa Kabar Indonesia?

diambil dari picsaweb

Astaghfirullah…

Itu kata pertama yang keluar dari mulutku ketika mengamati keadaan Indonesiaku. Kita belum merdeka, kita masih terjajah dan itu tidak kita sadari. Ini buka hanya sekedar slogan atau pajangan kata di blog ini, hal demikian sangatlah berbahaya bagi masa depan anak cucu kita. Indonesia sedang butuh kesadaran kita akan Nasionalisme. Inilah topik basi yang di gencar-gencarkan oleh Bung Karno untuk membangkitkan pemuda-pemuda jaman dahulu untuk melawan penjajah. Kalau kita membuka lagi halaman sejarah yang kini telah berdebu, “kemerdekaan” adalah mimpi di tengah siang bolong. Untuk melawan Belanda yang bersenjatakan pistol kita, Indonesia, menggunakan bambu. Sampai akhirnya Belanda mundur oleh Jepang.

Sampai saat ini aku masih bertanya-tanya apakah bangsa Indonesia yang sekarang ini (yang bobrok ini) merupakan hasil didikan selama penjajahan itu? Namun lucu karena sekarang kita sudah menginjak zaman globalisasi dimana semua informasi, entah baik apa buruk, dapat kita akses. Seperti saat ini anda membuka blog ini, mudah bukan? Lalu, mengapa bangsa Indonesia seolah tidak berubah dari segi kematangan moral? Melihat korupsi merajalela, hanya segelintir saja yang berteriak lantang untuk membasminya. Sebagian lain hanya diam atau bahkan ikut-ikutan. Sekarang bukan saatnya membodohi diri sendiri dengan hal yang demikian.

Televisi, penjajahan Modern

Hebatnya lagi, kini penjajahan semakin modern dan kita tak sadar kalau sedang dijajah. Media yang paling berpengaruh adalah televisi. Sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, namun mungkin seluruh dunia. Samar-samar saya ingat pernyataan seorang direktur sebuah televisi yang berbunyi “Walau saya seorang direktur televisi, namun saya tidak memperbolehkan anak saya melihat acara televisi”. Begitu mengerikannya acara televisi mulai dari sinetron yang membuat remaja sekarang jadi tidak berkualitas hingga berbagai macam acara yang sama sekali tidak mendidik. Beritapun sekarang agaknya lebih membawa kejelekan daripada kebaikan, buktinya dengan berita nasionalisme kita bisa berkurang karena terpengaruh opini orang lain.

Bangsa kita belum siap berbeda pendapat

Satu hal yang harus kita perhatikan dalam berpendapat yaitu hargailah pendapat lawanmu. Inilah sikap gentle yang harus di ambil oleh seseorang dalam berpendapat. Namun di Indonesia, bangsa kita belum siap. Baru satu pendapat aja, penentangnya udah ratusan. Kapan kita maju kalau begini? Kalau memang kita menjunjung asas demokrasi, mengapa berbeda pendapat harus di tentang? Sebenarnya dalam dunia ini tidak ada yang baku. Dunia ini relatif, begitu kata Enstein. Semua orang bebas saja berpendapat sesuka hati, namun kita tahu bahwa kita diikat oleh berbagai aturan norma. Norma Agama, masyarakat, hukum serta adat istiadat. Pendapatyang salah tentu saja pendapat yang menyalahi salah satu atau semua norma di atas, selain itu alangkah baiknya dirundingkan. Kemudian terjadilah mufakat.

Salah siapa?

Tak perlu kita menyalahkan siapa-siapa atas kedaan Indonesia ini karena hal tersebut hanya akan membuang energi kita yang harusnya bisa di gunakan untuk membangun negara kita ini. Banyak yang bisa kita lakukan terutama kita sebagai generasi muda. Lihatlah keadaan ekonomi Indonesia ini yang semakin memprihatinkan. Tak tergerakkah kita untuk membuat mimpi-mimpi indah buat indonesia ini layaknya yang Bung Karno lakukan pada pemuda pada zaman “kegelapan” itu? Dulu mereka hanya bisa mengangkat senjata untuk melawan penjajah, namun kini kita memiliki fasilitas yang cukup dan keadaan yang enak. Bukankah kita bisa melakukan hal yang lebih? Aku sudah memulai dengan post di blogku ini. Now, your turn…