Arsip untukOther

I’m Ninja…(^^)

Siapa sih yang gak tau ninja??? Tiap sore kita selalu di suguhi cerita ninja ala Naruto. Sewaktu saya kecil pun kita udah kenal yang namanya ninja lewat kartun Ninja Rantaro. Uwiiih, jadi inget masa kacil yang menyenangkan coz aku masih imut-imutnya sich. Hohoho. Dengan segala macam gayanya, ninja jadi populer. Aku juga pengen jadi Ninja sich lo ada kesempatan (mana bisa…). Hehe… … continue reading this entry.

The Samurai

Samurai adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata “samurai” berasal dari kata kerja “samorau” asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi “saburau” yang berarti “melayani”, dan akhirnya menjadi “samurai” yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.

Istilah yang lebih tepat adalah bushi (secara harafiah: “orang bersenjata”) yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (secara harafiah: “orang ombak”). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

Samurai dianggap mesti bersopan dan terpelajar, dan semasa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Pada akhir era Tokugawa, samurai secara umumnya adalah kakitangan umum bagi daimyo, dengan pedang mereka hanya untuk tujuan istiadat. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan sebagai kelas berbeda dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat. Bagaimanapun juga, sifat samurai yang ketat yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dalam masyarakat Jepang masa kini, sebagaimana aspek cara hidup mereka yang lain.

Dikutip dari Wikipedia dengan penambahan

Sumber gambar: www.ice.org