
“Adhi! Ayo belajar! Mau jadi apa kamu kalau malas-malasan begini?”
Itu contoh bentuk komunikasi orang tua kepada anak. Biasa? Memang, tapi sangat buruk. Alasan pertama mengapa janagn sampai orang tua beromunikasi dengan cara demikian karena akan membentuk karakter anak menjadi buruk. Bahasa komunikasi yang dominan dengan perintah atau kata-kata keras membuat anak menjadi ketakutan dan sulit berkomunikasi dengan orangtuanya. Komunikasi yang demikian mencitrakan bahwa orang tua adalah sosok yang unfriendly sehingga anak cenderung ingin lepas dari orangtua. Ini sangat berbahaya.
Hakikatnya orang tua adalah sahabat anak, sehingga anak merasa nyaman dan santai berada dekat dengan orangtuanya. Namun kebanyakan orangtua cenderung keras dengan alasan bahwa cara mendidik orangtua mereka dahulu juga begitu. Oii, sekarang jamannya sudah berbeda! jadi cara mendidik yang seperti itu sudah tidak cocok untuk sekarang. Anak lebih tersentuh ketika kita mengajaknya berkomunikasi dengan kasih sayang karena itu memang sifat dasar manusia. Orangtua harus mencitrakan dirinya sebagai sehabat sang anak, yaitu orang yang mengerti tentang si anak tersebut sehingga anak tidak mencoba mencari pergaulan lain di luar sana apalagi hingga terlibat pergaulan bebas. Orangtua patut di salahkan atas hal ini karena tidak mampu membawa anaknya ke arah yang baik.
Curhat merupakan salah satu cara mengakrabkan orangtua dengan anak. Selain bisa mengakrabkan dengan si anak, bukankah orangtua bisa bernostalgia tentang masa mudanya? dan kedekatan dengan suami/istri juga bertambah. Ajak anak bercerita mengenai kegiatan di sekolahnya, tentang pacarnya atau tentang sahabat-sahabatnya, dukung hobinya dan jangan pernah menyalahkan bila anak melakukan kesalahan. Inilah yang jarang di sadari oleh para orang tua. Anak dalam hidupnya sedang mencari jati diri serta sedang belajar. Try and error adalah hal yang biasa dalam suatu pembelajaran. Jangan pernah salahkan anak atas kesalahannya, tapi buatlah anak sadar akan kesalahannya sendiri. Kemudian arahkan anak ke jalan yang baik sesuai aturan agama. Itu penting! Kalau anak udah deket? ya udah, pasti kehidupan rumah tangga kalian kan indah. Success for you all…










